Benarkah Telinga Berdenging, Panggilan Daripada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Mohon Baca Keterangan Ini, Jangan Share Selagi Belum Habis Baca!!

Benarkah Telinga Berdenging, Panggilan Daripada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Mohon Baca Keterangan Ini, Jangan Share Selagi Belum Habis Baca!!

Amalan dan Doa Ketika Telinga Berdenging
Pertanyaan:

Assalamualaikum..

Ustaz saya mahu tanya berkenaan tulisan berikut..

“TELINGA BERDENGING” Adalah Panggilan Baginda Nabi MUHAMMAD Sholallohu Alaihi Wasallam

Banyak orang bertanya kenapa terkadang telinga bersuara “Nging” ? Apa sebab musababnya, karena musababnya ada yang mengatakan dengan tidak berpedoman, bertahayul dan sangkaan jelek terhadap hal itu?

Sesungguhnya suara “NGING” dalam telinga, itu ialah Sayyidina Rosululloh Saw sedang menyebut orang yang telinganya bersuara “NGING” dalam perkumpulan yang tertinggi (malail a’laa) dan supaya ia ingat pada sayyidina rosululloh Saw dan membaca sholawat.-

Hal ini berdasarkan keterangan dari kitab ( AZIZI ‘ALA JAMI’USH SHAGHIR)jaket muslim yufid tv

“Jika telinga salah seorang kalian berdengung(nging) maka hendaklah ia mengingat aku (Sayyidina Rosululloh Saw) dan membaca sholawat kepadaku.Serta mengucapkan “DZAKARALLOHU MAN DZAKARONII BIKHOIR”; (artinya, Alloh ta’ala akan mengingat yang mengingatku dengan kebaikan)”.

Imam Nawawi berkata : Sesungguhnya telinga itu berdengung Hanya ketika datang berita baik ke Ruh.Bahwa sayyidina Rosululloh Saw telah menyebutkan orang ( pemilik telinga yang berdengung”Nging”) tersebut dengan kebaikan di al mala’al a’la (majlis tertinggi) di alam ruh.

[ Kitab AZIZI ‘ALAL JAMIUSH SHAGIR ]

Via Tanya Ustadz for Android

Dari: Mandala Alim

Jawaban:

Wa alaikumus salam
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Hadis yang anda sebutkan, redaksinya,

إِذَا طَنَّتْ أُذُنُ أَحَدِكُمْ فَلْيَذْكُرْنِي وَلْيُصَلِّ عَلَيَّ ، وَلْيَقُلْ : ذَكَرَ اللَّهُ مَنْ ذَكَرَنِي بِخَيْرٍ

”Apabila telinga kalian berdenging, hendaklah dia mengingatku, dan membaca shalawat untukku, dan hendaknya dia mengucapkan, ’Semoga Allah mengingat orang yang mengingatkan dengan mendoakan kebaikan.”

Ada beberapa catatan tentang riwayat di atas,

Pertama, tentang status keabsahan hadis

Hadis ini disebutkan oleh al-Azizi dalam as-Siraj al-Munir atau yang dikenal dengan Azizi ‘Ala Jami’ush Shaghir, al-Kharaithi dalam Makarim al-Akkhlaq, al-Uqailli dalam al-Maudhu’at, dari jalur Muhammad bin Ubaidillah dari Ma’mar, dari bapaknya.

Al-Bukhari mengatakan,

معمر وأبوه كلاهما منكر الحديث

”Ma’mar dan bapaknya, keduanya adalah munkarul hadis.” (al-Lali’ al-Mashnu’ah, 2/242).

Sementara ad-Daruquthni menyebut Muhammad bin Ubaidillah dengan ‘Matruk’ (perawi yang tidak diindahkan hadisnya).

Bahkan al-Uqaili mengomentari hadis ini dengan,

ليس له أصل، محمد بن عبيد الله بن أبي رافع قال البخاري: منكر الحديث

“Hadis yang tidak ada asalnya (tidak ada di kitab hadis). Sementara Muhammad bin Ubaidillah dinyatakan oleh Bukhari sebagai Munkarul hadis.” (ad-Dhu’afa’ 390, dinukil dari Silsilah al-Ahadits ad-Dhaifah, 6/138).

Kesimpulannya, hadis ini sama sekali tidak bisa dipertanggung jawabkan, karena itu, tidak perlu dihiraukan, apalagi dijadikan acuan.

Kedua, dalam hadis di atas, sama sekali tidak ada keterangan bahwa telinga berdenging adalah tanda panggilan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hadis di atas hanya berisi anjuran untuk membaca shalawat ketika telinga berdenging. Karena itu, tambahan bahwa denging telinga adalah panggilan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, jelas tambahan dusta, mengada-ada, terlalu berlebihan dan memalukan.

Terlebih, jika hadis tersebut adalah hadis palsu. Menyebarkan pernyataan semacam ini tidak ubahnya menyebarkan kedustaan atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ حَدّثَ عَنِّي بِحَديثٍ يُــرَي أَنّه كَذِبٌ فَهو أَحَدُ الكَاذِبِين

“Barangsiapa yang menyampaikan suatu hadis dariku, sementara dia menyangka bahwasanya hadis tersebut dusta maka dia termasuk diantara salah satu pembohong.” (HR. Muslim dalam Muqaddimah Shahihnya, 1/7).

Imam Ibn Hibban dalam Al-Majruhin (1/9) mengatakan: “Setiap orang yang ragu terhadap hadis yang dia riwayatkan, apakah hadis tersebut shahih ataukah dhaif, tercakup dalam ancaman hadis ini.” (Dinukil dari Ilmu Ushul Bida’, hlm. 160).

Mari kita renungkan, jika orang yang menyampaikan sebuah hadis, sementara dia ragu terhadap status hadis tersebut, shahih ataukah dhaif, dan dia tetap sampaikan hadis itu tanpa memberikan keterangan statusnya maka orang semacam ini termasuk dalam ancaman, disebutb sebagai pendusta.

Dalam kasus ini, orang membawakan suatu hadis dan dia yakin hadis tersebut adalah hadis dhaif, namun di sisi lain dia masih menganggap bahwa hadis dhaif tersebut adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia sebarkan ke masyarakat, manakah diantara dua kasus di atas yang lebih layak untuk disebut pendusta?

Ketiga, kita disyariatkan untuk banyak membaca shalawat. Namun bukan berarti kita boleh memotivasi masyarakat untuk bershalawat dengan membuat kedustaan atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dusta atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam justru merupakan bukti bahwa kita tidak menghormati beliau dan melanggar kehormatan beliau. Kita bisa bayangkan ketika ada orang yang memalsu tanda tangan kita untuk mendapatkan keuntungan. Tentu kita akan marah dan menganggap perbuatan ini sebagai tindak kriminal.

Ini baru dalam masalah dunia. Sementara hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbicara masalah akhirat, yang itu urusannya jauh lebih besar. Karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman neraka untuk setiap umatnya yang berdusta atas nama beliau. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَعَمَّدَ عَلَيَّ كَذِبًا، فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

”Siapa yang secara sengaja berdusta atas namaku, hendaknya dia siapkan tempatnya di neraka.” (HR. Bukhari 108 & Muslim 2)

Dalam riwayat lain, beliau bersabda,

مَنْ يَقُلْ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Siapa yang menyampaikan satu hadis atas namaku, yang belum pernah aku sampaikan, hendaknya dia siapkan tempatnya di neraka.” (HR. Bukhari 109).

Keempat, ada banyak kesempatan untuk bershalawat, sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita. Dan kita sangat yakin, belum semuanya kita amalkan. Karena itu, bukan sikap mukmin yang baik, ketika dia lancang mengikuti hadis palsu, sementara meninggalkan tuntunan yang jelas-jelas dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang jelas sesuai sunah belum mampu kita kerjakan semuanya, maka jangan sampai kita merambah kepada ajaran yang tidak ada dalilnya.

Keterangan tentang tempat dan waktu anjuran untuk bershalawat, telah dijelaskan di: Waktu dan Tempat untuk Bershalawat

WAllahu a’lam

Sumber : kehidupansatupersingahan

Amalan Wirid Membaca Surat Waqiah 3 x Sehari Agar Rezeki Melimpah.. Jom Share

Amalan Wirid Membaca Surat Waqiah 3 x Sehari Agar Rezeki Melimpah

Ini tentang keutamaan membaca surat al-Waqiah 3 kali sehari. Seperti kita ketahui bahwa salah satu cara mengamalkan wirid surat Waqiah adalah dengan membacanya 3 x sehari. Kita semua mengetahui bahwa Surat al-Waqi’ah sudah sangat terkenal di kalangan umat Islam sebagai surat kekayaan atau surat kerejekian. Wirid surat waqiah ini banyak dijadikan sebagai wasilah untuk memohon agar diberikan rezeki yang melimpah.

Kepopuleran surat al-Waqiah ini karena adanya riwayat dari Nabi yang menyatakan bahwa siapapun yang membaca surat Waqi’ah setiap malam, maka dia tidak akan ditimpa kefakiran atau kemiskinan selamanya. Memang riwayat ini dipertanyakan kesahihannya, namun mengamalkan kandungan hadis itu dengan niat membaca al-Qur’an saja tentu sudah berpahala.

Untuk anda yang belum bisa membaca surat Waqiah, anda bisa membeli kitab doa yang banyak dijual di tokok-toko kitab. Biasanya digabung dengan tahlil, Yasin dan surat-surat mulia yang lain dan dibantu dengan tulisan latin.

Berikut ini salah satu pengalaman yang pernah dialami oleh seseorang yang mengamalkan amalan wirid Waqiah ini dituangkan dalam forum kaskus sebagai berikut:

“Izinkan dengan kerendahan hati saya mau sharing sebuah amalan yang saya lazimkan sejak beranjak muda sampai sekarang, dan alhamdulillah jalan tak terduga selalu ada bagi saya di dalam kehidupan.

Amalannya adalah:
1. Lazimkan Baca Surat Waqi’ah 3x sehari; boleh 3x dalam sekali duduk atau pisah-pisah yang penting sehari 3x.
2. Melazimkan Sholawat apapun. Dulu saya melazimkan Sholawat Nariyah sehabis sholat fardhu 11x.

Setiap selesai membaca Surat Waqi’ah; saya diajarin oleh guru saya membaca doa di bawah ini:

الّلهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ بِحَقِّ سُوْرَةِ الْوَاقِعَةِ وَأَسْرَارِهَا أنْ تُيَسِّرَلِيْ رِزْقِي كَمَا يَسَّرْتَهُ لِكَثِيْرٍ مِن خَلْقِكَ يَا ألله يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

“Alloohumma inni As aluka bihaqqi suuratil Waaqi’ah Wa asroorihaa antu yassiroli rizki kamaa yusarritahu li katsiirin Bi kholqika Yaa Allooh Yaa Robbal ‘Aalamiin”

Terjemah doa sesudah membaca surat al-Waqiah:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu dengan kebenaran surat Waqi’ah dan rahasia-rahasianya, agar Engkau berkenan memudahkan rezekiku sebagaimana Engkau memudahkannya untuk kebanyakan makhlukMu, ya Allah, ya robbal ‘alamin”

Tapi ada syarat yang diperhatikan, yaitu amalkan dan baca dengan dawam (terus-menerus) sampai terlihat atsar (bukti) dari amalan tersebut. Begitu saya diwejang oleh guru saya dulu. Namun untuk pemula, coba lakukan hal di atas tanpa terlewat dalam waktu 90 hari. Catat perjalanannya dan diikuti dengan puasa-puasa sunnah lainnya, untuk memperkuat aura keberhasilan.

Kesaksian lain banyak yang ditulis oleh anggota forum setelah mereka mengamalkan wirid Waqiah ini. Menurut mereka sangat luar biasa pengaruh wirid ini. Yang jelas harus ikhlas mengamalkannya dan dilakukan secara kontinyu. Insya Allah pada tulisan yang akan datang akan saya posting pengalaman mereka yang sudah mengamalkan wirid Waqiah ini.

Dan kalau anda juga punya pengalaman tentang surat Waqiah ini, silahkan dishare di sini agar pembaca lain juga ikut membacanya. Karena banyak cara pengamalan dan pengalaman yang mungkin bisa menjadi referensi bagi pembaca lain. Semoga bermanfaat.

Sumber : Sumber Maklumat

Kenapa Cermin Dan Gambar DITUTUP Apabila Berlaku KEMATIAN Di Rumah. Umat ISLAM Mesti TAHU !

Kenapa Cermin Dan Gambar DITUTUP Apabila Berlaku KEMATIAN Di Rumah. Umat ISLAM Mesti TAHU !

Apakah hukumnya menutup atau menyimpan cermin dan gambar ketika ada jenazah di dalam rumah. Ikuti penjelasan ustaz ini.

Kenapa Cermin Dan Gambar DITUTUP Apabila Berlaku KEMATIAN Di Rumah. Umat ISLAM Mesti TAHU ! | Baca Viral – Apakah hukumnya menutup atau menyimpan cermin dan gambar ketika ada jenazah di dalam rumah. Ikuti penjelasan ustaz ini.

Perbuatan pelik, ada jenazah cermin pula ditutup. Menutup cermin-cermin muka dengan kain apabila ada jenazah di dalam rumah hampir menjadi kebiasaan masyarakat kita. Timbul juga tanda tanya mengapa amalan menutup cermin ini dilakukan apabila ada jenzah didalam rumah, namun memandangkan situasi yang tidak sesuai, persoalan ini selalu disimpan dan akhirnya dilupakan begitu saja.

Namun, bila melihatkan amalan menutup cermin dengan kain ini hampir menjadi kemestian, persoalan ini perlu mendapat penerangan yang jelas. Apa hukumnya dalam Islam perbuatan menutup cermin muka ketika ada jenazah didalam rumah. Berikut ialah maklumat yang diperolehi dari sebuah laman soal jawab agama. Wallahualam bissawab.

SOALAN

Hukum Menutup Cermin Muka Ketika Ada Jenazah Di Dalam Rumah

Assalamualaikum Ustaz,
Ada tuan rumah yang cover cermin-cermin muka di rumah dengan kain semasa ada jenazah. Saya tidak bertanya mengapa. Harap ustaz jelaskan hukum melakukannya.

Terima Kasih

JAWAPAN

Bismillahi wal hamdulillah,

Kami tidak menjumpai saranan dari Rasulullah SAW supaya menutup cermin-cermin muka ketika terdapatnya jenazah dalam rumah tersebut. Apa yang kami temui ialah ianya merupakan amalan orang tua-tua dahulu yang beranggapan bahawa, cermin hanya digunakan oleh si mati ketika hidupnya sahaja. Apabila telah mati, cermin tersebut tidak lagi berguna kerana mengikut kepercayaan kuno masyarakat Hindu, roh atau hantu tidak boleh melihat dirinya dalam cermin.

Makan untuk menjaga hati dan perasaan serta bagi menghormati roh tersebut, maka setiap cermin muka dirumah si mati tersebut perlulah ditutup. Perbuatan tersebut mengikut syarak dilarang kerana ianya adalah perbuatan yang tidak dilakukan oleh Rasullulah SAW serta dianggap sebagai satu perbuatan khurafat yang menyalahi syarak.

Sumber: Ceritera

Ada Masalah Hidup ? Baca Ayat Quran Ni, dan Allah akan Hantar 1000 Malaikat Datang Bantu InsyaAllah…

Ada Masalah Hidup ? Baca Ayat Quran Ni, dan Allah akan Hantar 1000 Malaikat Datang Bantu InsyaAllah…

Sering Bacalah Ayat Ini Disaat Susah, Maka Allah Akan Hantar Seribu Malaikat Untuk Membantu Kesulitan Kita. InsyaAllah. Subhanallah Allahuakbar. Baca dan Kongsikan.

Ada Masalah Hidup ? Baca Ayat Quran Ni Allah Hantar 1000 Malaikat Datang Bantu InsyaAllah. | Khalifah Mail Online – Seperti yang diceritakan oleh seorang ustaz. Tersebutlah seorang laki-laki yang menempuh perjalanan dari Damsyik ke Zabadani. Di tengah jalan, ada laki-laki lain yang berniat menyewa keldainya.

Meskipun tak dikenali, ia membenarkan laki-laki asing untuk menyewa keldainya. Keduanya berjalan menuju satu lokasi, beriringan.

“Jom melalui arah sini,” ajak laki-laki penyewa keldai.

“Tidak, aku belum pernah melalui jalan itu. Mari lalui jalan yang lain.” Jawab si laki-laki. Mengelak.

“Tenang saja,” rayu laki-laki penyewa keldai, “Aku yang akan menjadi penujuk jalan.”

Keduanya pun berunding hingga laki-laki pertama mengikuti cadangan laki-laki yang menyewa keldainya.

Tak lama selepas itu, keduanya sampai di sebuah tempat yang sukar dilalui. Tempatnya curam dan curam. Laki-laki pemilik keldai melihat ada beberapa mayat terbaring di sana.

Tak disangka, laki-laki yang menyewa keldainya turun sambil mengacukan sebilah pedang. “Turunlah segera! Aku akan membunuhmu! ”

Laki-laki pemilik keldai pun berlari sekuat kemampuannya. Ia berusaha menghindar, tapi sia-sia kerana sukarnya tempat yang perlu dilalui.

“Ambil saja keldai kepunyaanku.

Bebaskan aku. “Ujar laki-laki pemilik keldai. Nyawanya terancam.

“Pasti. Aku tidak akan mensia-siakan keldaimu. Tapi, aku juga ingin membunuhmu. “Gertak si laki-laki. Bengis.

Tak henti-henti, laki-laki pemilik keldai ini menyampaikan nasihat. Ia juga membacakan ancaman-ancaman Allah Ta’ala dalam al-Quran dan hadis Nabi tentang dosa membunuh dan melakukan kejahatan secara umum.

Malangnya, laki-laki itu tak mengendahkan. Nafsu membunuhnya sudah kuat. Tak boleh dicegah. Mustahil untuk dihentikan.

“Jika demikian,” ujar laki-laki pemilik keldai, “izinkanlah saya mendirikan solat. dua rakaat sahaja. ”

“Baiklah,” bentak laki-laki jahat, “tapi jangan lama-lama!”

Qadarullah, semua hafalan laki-laki pemilik keldai hilang. Pada masa sibuk mengingat-ingat, laki-laki tak mempunyai kesabaran itu terus menggertak dan menyuruhnya cepat.

Akhirnya, teringat satu ayat oleh laki-laki pemilik keldai ini. Ia membaca firman Allah Ta’ala dalam surat an-Naml [27] ayat 62,

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah selain Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya). ”

“Seketika itu juga,” tutur si laki-laki, “dari mulut lembah muncul seorang penunggang kuda membawa tombak. Dia melemparkan tombak tepat di dada laki-laki jahat itu sehingga langsung tersungkur tanpa bernyawa. ”

“Siapakah engkau?” Tanya laki-laki pemilik keldai penuh heran sekaligus harus terima kasih.

“Akulah hamba-Nya Dia yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.”

Kisah yang menakjubkan ini juga dituturkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaaat, bagikan info ini agar semua orang tidak patah semangat dalam menghadapi ujian sesulit apapun. KONGSIKAN.

Sumber: kisahikmah.com via Islamik info

Doa-Doa Untuk Mengeluarkan Racun , Ilmu Sihir Dan Jin Pada Tubuh Manusia..Semuanya Dengan Izin Allah..Sila Share..

Doa-Doa Untuk Mengeluarkan Racun , Ilmu Sihir Dan Jin Pada Tubuh Manusia..Semuanya Dengan Izin Allah..Sila Share..

Berikut ini beberapa di antara surah – surah Al Qur’an yang sungguh luar biasa manfaatnya untuk mengeluarkan jin dan juga benda – benda halus atau racun ilmu sihir dari tubuh manusia. Mengeluarkan benda – benda tersebut memang terbilang cukup sulit jika sudah bersarang cukup lama pada tubuh orang yang sakit.
Akan sangat baik jika seorang yang baru saja terkena sihir, santau ataupun racun yang dikhususkan kepada korban untuk segera cepat dilakukan tindakan, cobalah lakukan tindakan berikut ini :

Surah Asy Syuaraa’ ayat 95 hingga 118

Surah Furqaan ayat 61 hingga 77

Surah Fussilat ayat 25 hingga 44

Surah Arrad ayat 30 hingga 34

Surah Al-Mukminun ayat 105 hingga 118

Pilih salah satu ayat yang ada di atas dan kemudian amalkan dan bacalah kepada keluarga atau kerabat yang sedang terkena sihir. Jika membaca semua surah diatas tentu lebih dianjurkan dan sangat baik sekali.
Sebelum memulai berikut ini cara – cara yang harus dilakukan :
Istighfar 3x
Shalawat Nabi 10x
Al-Fatihah 1x
Ayatul Kursi 1x
Kemudian sediakan air, dan tiap kali selesai membaca ayat diatas tiupkan kepada air itu. Orang yang sakit kemudian diberi minum air yang sudah dibacakan oleh Ayat Suci Al Qur’an dan bacaan tadi, ulang hal ini setiap hari. Mandi dengan air yang sudah dibacakan dan minum setiap hari sampai sihir yang ada pada tubuh benar – benar hilang.

Jika terdapat reaksi seperti korban ingin muntah, sediakan kain putih dan juga tadah muntahan dan lihat seperti apa jenis racun itu dan kemudian buang racun tersebut ke sungai.

Amalan ini juga bisa diterapkan untuk orang yang sedang kerasukan makhluk halus dengan cara meniupkan ke ubun – ubun kepala orang itu. Dengan izin Allah bisa sembuh.
1. Surah Asy Syuaraa’ ayat 95 hingga 118
2. Surah Furqaan ayat 61 hingga 77
3. Surah Fussilat ayat 25 hingga 44
4. Surah Arrad ayat 30 hingga 34
5. Surah Al-Mukminun ayat 105 hingga 118
Nah, itulah beberapa doa untuk mengeluarkan racun ilmu sihir dan juga jin dalam tubuh manusia.

Sumber:islamituindah.com.my

Inilah 2 Amalan Yang Diajarkan Rasulullah Untuk Keluar Dari Kesempitan Hidup..Sila Share

Inilah 2 Amalan Yang Diajarkan Rasulullah Untuk Keluar Dari Kesempitan Hidup..Sila Share

2 Amalan Rasulullah Ajar Bantu Anda Keluar Dari Kesempitan Hidup, Tapi Ramai Yang Tak Ambil Peduli

Meneruskan kehidupan di zaman sekarang ini amat berat cabarannya, terutama soal kewangan. Bekerja siang malam, demi kelangsungan hidup. Tapi ada juga yang hasilnya cuma kais pagi makan pagi, kais petang makan petang. Rupanya ada 2 rahsia amalan Rasulullah SAW yang membantu anda keluar dari kesempitan hidup.

Setiap rezeki ini sebenarnya atas sandaran dan keberkatan dariNya. Video yang dikongsikan oleh Penerbit, Content Creator, Vlogger, Sujimy Mohamad yang menemubual Ustaz Hasbi Hassan, Presiden Singapore Islamic Scholars & Religious Teachers Association (PERGAS) menghadiahkan amalan untuk membantu seseorang keluar dari segala kesempitan hidup malah dilapangkan rezekinya. Insya-Allah.

2 Amalan Untuk Keluar Dari Kesempitan Hidup

Ini amalan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada seseorang yang datang mengadu padanya tentang hidupnya yang dirundung kesempitan hidup.

1. Beri Salam
Bila pulang dan ada orang di rumah, Rasulullah SAW minta kita beri salam.

“Assalammualaikum warah matullahi wabarakatuh”

Maksudnya: “Semoga keselamatan, keberkahan dan kasih sayang (rahmat) dari Allah SWT menyertai Anda/kalian.”

Bila tiada orang di rumah, Rasulullah minta beri salam kepada diri Baginda sebagaimana ucapan yang biasa disebut dalam tahiyat akhir.

“Assalamu’alaika aiyuhan nabiyu warahmatullayhi wabarakatuh”

Maksudnya: “Salam atasmu wahai Nabi dan rahmat Allah dan keberkatanNya.”

2. Baca Surah Al-Ikhlas
Selepas beri salam pada orang yang di rumah atau pada Rasulullah s.a.w bacalah surah Al-Ikhlas.

Inilag 2 Amalan Yang Diajarkan Rasulullah Untuk Keluar Dari Kesempitan Hidup

Dalam riwayat yang lain diceritakan kalau seseorang membaca surah Al-Ikhlas

1 kali – Dirinya akan diberkati.

2 kali – Dirinya diberkati, ahli keluarganya diberkati.

3 kali – Dirinya diberkati, ahli keluarganya diberkati, jiran tetangganya diberkati.

“Hatta jiran tetangga yang bukan Islam sekali pun Allah berkati. Cuma cara keberkatan itu berbeza. Bagi kita pula Allah berkati apabila hidup kita dengan mereka berbaik-baik, tak bergaduh, tak berbalah. Itulah keberkatannya.”
Kisah Orang Yang Mendatangi Rasulullah SAW
Selang beberapa waktu, selepas orang itu mengamalkan apa yang Rasulullah SAW ajar, dia datang kembali kepada Baginda dan memberitahu hidupnya sudah berubah.

Kalau dulu sempit, sekarang jadi lapang. Dulu susah, sekarang jadi senang. Dulu rezekinya sempit, sekarang melimpah-limpah kepada jiran tetangganya. Mereka pun mendapat sama keberkatan yang diamalkan.

Tapi masa yang sama seseorang perlulah BERUSAHA. Maksud daripada amalan tersebut. Allah tunjukkan jalan-jalannya. Macam mana nak lapangkan kehidupan, kita kenalah berusaha. Bukan bermakna Rasulullah s.a.w ajar kita tak buat apa-apa atau berpeluk tubuh saja. Bukan begitu.

Perubahan Hidup Seseorang Dari Seberang Tambak
Seseorang dari Seberang Tambak pernah bertemu Ustaz Hasbi. Waktu itu dia berhadapan masalah yang sama. Hidupnya susah, rezekinya sempit. Macam-macam problem dihadapi. Beliau beritahu tentang amalan ini padanya. Dia amalkan dan selang beberapa bulan, orang itu bertemu kembali Ustaz Hasbi menyatakan perubahan yang dialami.

Begitulah dalam meniti kehidupan ini, berusahalah untuk menghidupkan sunnah Rasulullah s.a.w dengan banyak membaca surah Al-Ikhlas.

Video Amalan Lapangkan Kehidupan & Luaskan Rezeki

Sumber/Video/Foto: Sujimy Mohamad Official Page,

Kredit: mingguan wanita , suaramedia.org

BACALAH 3 SURAH INI JIKA SERING DIGANGGU JIN ATAU SYAITAN.KESANNYA AMAT LUAR BIASA

BACALAH 3 SURAH INI JIKA SERING DIGANGGU JIN ATAU SYAITAN.KESANNYA AMAT LUAR BIASA

Syaitan adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang telah berjanji akan menggoda dan menyesatkan manusia. Setan mengerahkan segala kemampuannya untuk menyesatkan manusia dengan pelbagai cara agar manusia terjerumus ke dalam api neraka sebagai teman syaitan. Ada beberapa cara untuk mengelakkan godaan syaitan yang terkutuk, salah satunya yaitu dengan membaca bacaan Al-Qur’an. Surah apa yang dapat menghindarkan kita dari godaan syaitan?

Al-Qur’an merupakan kumpulan firman Allah SWT sebagai pedoman hidup manusia dan ternyata ada beberapa surat dalam kitab suci ini yang boleh digunakan untuk mengusir syaitan yang selalu menggoda manusia agar terjerumus dalam lembah dosa.

Dalam hadis Nabi yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad telah diceritakan bahawa pada malam hari yang sangat gelap dan turun hujan, para sahabat keluar untuk mencari Rasulullah untuk menjadi imam dalam solat. Setelah berjumpa dengan beliau akhirnya Nabi menyeru kepada para sahabat untuk membaca surah Al-Falaq dan An-Nas sebanyak tiga kali pada waktu pagi dan petang hari. Jika seseorang membaca kedua surat ini di pagi dan petang hari maka Allah akan mencukupi segala sesuatu dalam kehidupannya serta Allah akan menjaganya dari segala tipu daya syaitan yang boleh menyesatkan manusia, inilah bacaan pengusir jin dan syaitan yang boleh kita amalkan.

Ternyata tidak hanya surah Al-Falaq dan An-Nas saja yang dapat mengusir syaitan yang boleh menggoda kita tetapi dalam Al-Qur’an juga masih terdapat beberapa surah yang boleh digunakan untuk melindungi diri dari syaitan. Berdasarkan hadis Nabi yang telah diriwayatkan oleh Muttafa ‘bahawa Rasulullah telah menjelaskan jika seseorang membaca dua ayat terakhir surah Al-Baqarah dengan tulus maka Allah akan mencukupi segala sesuatu dari kehidupannya. Makna dari kata mencukupi dalam hadis tersebut terdapat beberapa perbezaan pendapat dari para ulama. Sebahagian ulama mentafsirkan kata mencukupi sebagai mencukupi seseorang dari solat malam, sedangkan ulama lain berpendapat bahawa kata mencukupi bererti Allah akan mencukupi seseorang dari semua kejahatan setan yang selalu mengintainya.

Ayat alquran pengusir syaitan dan jin ini juga semakin dikuatkan dengan hadis Nabi yang menerangkan bahawa sebelum langit dan bumi diciptakan, Allah SWT telah menurunkan dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah dan jika seseorang membaca dua ayat tersebut dalam rumahnya maka setan akan mampu untuk mendekatinya hingga tiga malam. Dua ayat ini merupakan ayat yang dapat melindungi kita dari godaan dan tipu daya syaitan yang boleh menjerumuskan manusia ke dalam kegelapan.

Sebagai seorang muslim hendaknya mengamalkan ketiga surat itu di waktu pagi dan petang hari kerana Allah akan menjaga kita dari gangguan syaitan yang boleh menjerumuskan kita ke dalam api neraka.

Surah Al-Falaq, An-Nas, dan dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah merupakan doa pengusir syaitan dan jin yang dapat membentengi diri kita dari bahaya syaitan yang boleh merosakkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Setan tidak hanya menggoda kita dari luar sahaja tetapi juga dapat membisikkan tipu daya melalui hati manusia sehingga banyak diantara kita yang terjerumus dalam perangkap syaitan.

Tidak hanya dengan mangamalkan ketiga surat di atas saja kita dapat terhindar dari godaan syaitan, kita juga harus memperbaiki kualiti keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dengan selalu meningkatkan ibadah dan menjauhi hal-hal yang sdapat menjerumuskan kita ke dalam dosa.

Demikian maklumat seputar 3 surah dalam Al-Quran iaitu Al-Falaq, An-Nas, dan 2 ayat terakhir dalam surah Al-Baqarah, bacalah! syaitan tidak akan masuk ke rumah anda.

Sumber: Sumber Maklumat

Hukum Suami Mengaku Bujang

Hukum Suami Mengaku Bujang

Adakah jatuh talak atau tidak sekiranya seorang lelaki yang sudah mempunyai isteri mengaku bujang?

Berikut disertakan beberapa contoh :

– Bila ditanya suami itu olih seseorang : “adakah kamu sudah beristeri?” lalu dijawabnya : “saya belum beristeri.”

– Seorang suami yang menghantar isterinya balik bercuti ke kampung lalu berkata suami tersebut : “abang jadi orang bujang la seminggu.”

– Seorang wanita berkata kepada lelaki yang sudah beristeri yang baru dikenalinya : “awak sudah kawin atau belum sebenarnya ?” jawabnya : “saya belum kawin”

– Seorang suami ditanya olih kawannya : “kemana isteri awak lama saya tidak nampak dia.” lalu suami itu menjawab :”saya sekarang seorang duda.”

Maka semua jawapan suami seperti contoh di atas tidak menjatuhkan talak kerana lafaz “saya belum beristeri”, “saya bujang”, “saya belum kawin” dan “saya duda” yang tersebut bukan lafaz talak sarih (yang jelas).

Tetapi jika suami tersebut berniat talak ketika melafazkan semua lafaz seperti contoh di atas maka jatuh talak menurut pendapat yang masyhur di kalangan ulama fiqh kerana ia termasuk lafaz talak kinayah (sindiran) artinya lafaz talak yang hanya sah jika berserta dengan niat talak.

Manakala sebahagian ulama fiqh yang lain mengatakan ia tidak termasuk lafaz talak kinayah maka sekalipun berniat talak tidak jatuh talak dan ia dikira lagha tidak ada makna.

Rujukan :

Berkata Imam Syairazi :

وَإنْ قَالَ لَهُ رَجُلٌ: أَلَكَ زَوْجَةٌ ، فَقَالَ: لاَ، فَإنْ لَمْ يَنْوِ بِهِ الطَّلاَقَ، لَمْ تُطَلَّقْ؛ لأَنَّهُ لَيْسَ بِصَرِيحٍ، وَإنْ نَوَى بِهِ الطَّلاَقَ، وَقَعَ؛ لأَنَّهُ يَحْتَمِلُ الطَّلاَقَ. إهـ

Artinya : “dan jika bertanya kepadanya olih seseorang : adakah kamu mempunyai isteri? Maka dijawabnya : tiada. Maka jika tidak berniat ia akan talak dengan lafaz tersebut maka tidaklah jatuh talak dari kerana lafaz itu bukan lafaz yang jelas. Dan jika ia berniat talak dengan lafaz tersebut maka jatuh talak dari kerana ia bolih dipakai makna talak.” (Kitab Al-Muhazzab)

Berkata Imam Nawawi :

وإن قال له رجل : ألك زوجة ؟ فقال : لا، ونوى به الطلاق كان طلاقا. قال في الفروع : ويحتمل أن لا يكون كناية ولا صريحا، والأول هو المشهور لأنه يحتمل الطلاق. إهـ

Artinya : “Dan jika berkata kepadanya olih seseorang : Adakah bagi kamu isteri? Maka berkata ia : Tiada. Dan dia berniat talak dengan kata-katanya itu maka berlaku talak. Tersebut di dalam kitab Furu’ : Ditanggungkan bahawa lafaz tersebut bukan lafaz talak yang jelas dan bukan juga lafaz talak sindiran. Pendapat pertama yaitu ia termasuk lafaz talak kinayah ialah pendapat yang masyhur dari kerana ia bolih jadi bermakna talak.” (Kitab Al-Majmu’)

Kesimpulan

– Tidak jatuh talak jika suami mengaku bujang atau belum kawin atau belum beristeri atau duda atau yang semakna dengannya jika suami tersebut tidak berniat talak ketika melafazkan kata-kata tersebut.

– Bermain-main dengan lafaz talak atau seumpamanya adalah tidak disukai syara’.

– Sekalipun tidak jatuh talak, berbohong adalah perbuatan yang berdosa disisi syara’.

Wallahua’lam

Sumber: Facebook Ustaz Azhar Idrus (Original)

Minta Ampun Kepada Ibu Bapa Yang Telah Meninggal

Minta Ampun Kepada Ibu Bapa Yang Telah Meninggal

Dari Anas bin Malik r.a. katanya :

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” إِنَّ الْعَبْدَ لَيَمُوْتُ وَالِدَاهُ أَوْ أَحَدُهُمَا، وَإِنَّهُ لَهُمَا لَعَاقٌّ، فَلَا يَزَالُ يَدْعُوْ لَهُمَا، وَيَسْتَغْفِرُ لَهُمَا حَتَّى يَكْتُبَهُ اللهُ بَارًّا ”

Maksudnya : “Rasulullah saw bersabda : Sungguhnya seorang
hamba yang kematian ibu bapanya atau salah seorang dari keduanya dan sungguhnya dia dulu derhaka kepada keduanya maka hendaklah sentiasa berdoa kepada kedua ibu bapanya itu dan meminta keampunan bagi keduanya sehingga Allah memasukkan dia ke dalam golongan orang yang berbuat baik dan berbakti.” (Hadith Baihaqi)

Berkata Imam Nawawi :

أما مطالبتهما له في الآخرة فلا طريق إلى إبطالها، ولكن ينبغي له بعد الندم على ذلك، أن يكثر من استغفار لهما والدعاء، وأن يتصدق عنهما إن أمكن، وأن يكرم من كانا يحبان إكرامه: من صديق لهما ونحوه، وأن يصل رحمهما، وأن يقضي دينهما، أو ما تيسر له من ذلك

artinya : “Ada pun segala tuntutan kedua orang tua kepada anak durhaka di akhirat nanti maka tidak ada jalan untuk membatalkannya. Dan tteapi sebaiknya anak yang derhaka itu kemudian dari bertaubat atas dosanya bahawa ia memperbanyakkan istighfar bagi kedua orang tuanya dan berdoa. Dan bahawa bersedekah untuk kedua orang tuanya jika mampu dan menyambung silaturrahim kawan-kawan keduanya dan membayar segala hutangnya atau apa yang mudah dilakukan.” (Kitab Fatawa Nawawi)

Kesimpulannya anak yang derhaka kepada orang tuanya dan mereka telah meninggal dunia hendaklah melakukan seperti berikut mudah-mudahan mendapat keampunan Allah dan kemaafan dari orang tuanya di akhirat nanti :

1. Selalu berdoa kepada ibu bapanya.

2. Selalu beristighfar bagi kedua ibu bapanya.

3. Melakukan amal solih supaya dapat juga pahalanya olih kedua ibu bapanya.

4. Bersedekah atau mewakafkan harta benda untuk kedua ibu bapanya.

5. Menghubung silaturrahim dengan kawan-kawan ibu bapanya dan berbuat baik kepada mereka.

6. Membayar hutang ibu bapanya jika ada.

Wallahua’lam

Sumber: Islam Itu Indah

Doa Keselamatan Keluarga Dari Dirompak Serta Doa Pagar Kawasan Rumah

Doa Keselamatan Keluarga Dari Dirompak Serta Doa Pagar Kawasan Rumah

DOA PAGAR KAWASAN RUMAH

Cara-caranya:

1. Hendaklah diamalkan sebanyak 7 kali setiap kali selepas solat fardhu atau sekurang-kurangnya 3 kali selama 7 hari berturut-turut.

2. Selesai amalan diatas hendaklah dibacakan di empat penjuru luar rumah sebanyak 7 kali setiap penjuru dan mengadap kiblat. Bagi rumah flat, baca dalam rumah ditiap-tiap penjuru. InsyaAllah dipelihara-Nya.

Ayat ini jika diamalkan selalu dapat mengelakkan bencana, gangguan sihir yang dihantar ke rumah dan mengelak dari niat jahat perompak.


Maksudnya:

8. Sesungguhnya Kami jadikan (kesombongan dan keengganan mereka tunduk kepada kebenaran sebagai) belenggu yang memberkas kedua tangan mereka ke batang leher mereka; (lebarnya belenggu itu) sampai (menongkatkan) dagu mereka lalu menjadilah mereka terdongak. 9. Dan Kami jadikan (sifat tamak dan gila mereka kepada harta benda dan pangkat itu sebagai) sekatan (yang menghalang mereka daripada memandang kepada keburukan dan kesingkatan masa dunia yang ada) di hadapan mereka dan sekatan (yang menghalang mereka daripada memikirkan azab yang ada) di belakang mereka (pada hari kiamat). lalu Kami tutup pandangan mereka; maka dengan itu, mereka tidak dapat melihat (jalan yang benar). (Surah Yasiin: Ayat 8 dan 9)

DOA KESELAMATAN DIJAUHKAN DARI PEROMPAK

Baca doa ini selalu selepas solat mohon dijauhkan dari sebarang musibah seperti perompak dan sebarang perkara buruk berlaku pada ahli keluarga.


Maksudnya:

“Kemudian apabila engkau dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu maka hendaklah engkau (bersyukur kepada Allah dengan) berkata: Segala puji tertentu bagi Allah yang telah menyelamatkan kami daripada orang-orang yang zalim.” (Surah Al Mukminun: Ayat 28)

Wasallam.

Sumber: www.dakwahsantai.com